VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Diposting tanggal: 31 Mei 2010

1. Visi
Berdasarkan Visi Pemerintah Kabupaten Pacitan tahun 2011-2016, maka dirumuskan visi Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan tahun 2011-2016 adalah:

"TERWUJUDNYA PETANI YANG SEJAHTERA"

2. Misi
Berdasarkan visi tersebut, maka ditetapkan misi Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Tahun 2011-2016 sebagai berikut:
1. Meningkatkan ketersediaan bahan pangan
2. Meningkatkan status kesehatan hewan
3. Meningkatkan sarana dan prasarana
4. Mengembangkan agribisnis
5. Meningkatkan kapasitas kelembagaan

3. Tujuan dan Sasaran
Tujuan pembangunan tanaman pangan dan peternakan ini ditetapkan sebagai berikut:
1. Meningkatkan produksi dan produktivitas
2. Meningkatkan pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan
3. Meningkatkan infrastruktur dan mekanisasi
4. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing
5. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
6. Meningkatkan kinerja organisasi

3. Strategi
Strategi pembangunan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Tahun 2011-2016, sebagai berikut:
1. Peningkatan Produksi Pertanian dan Peternakan
2. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
3. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan Peternakan
4. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian dan Peternakan
5. Peningkatan Kesejahteraan Petani
6. Pemberdayaan Penyuluh Pertanian
7. Pelayanan Administrasi Perkantoran

4. Kebijakan
Dalam rangka melaksanakan strategi tersebut dirumuskan Kebijakan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan sebagai berikut :
1. Peningkatan Kinerja Aparatur dan Kapasitas Organisasi
A. Kinerja Aparatur
Peningkatan kinerja aparatur perlu dilakukan secara konsisten melalui pembinaan, pelatihan, penugasan yang tepat dan pembentukan gugus tugas (team work). Upaya ini sekaligus dikaitkan dengan pengembangan karier pegawai melalui mekanisme mutasi dan atau promosi
B. Kapasitas Organisasi
Peningkatan Kapasitas organisasi diupayakan dapat dilakukan secara konsisten antara lain dengan penambahan SDM dengan basis teknis dan administrasi yang kuat, kaderisasi, optimalisasi sarana dan prasarana

2. Peningkatan Komunikasi dan Koordinasi
Komunikasi dan koordinasi sangat diperlukan agar upaya mencapai tujuan organisasi dapat memperoleh dukungan baik secara horizontal maupun vertikal. Dukungan horizontal diharapkan dapat diperoleh dari instansi terkait, swasta dan masyarakat, sedangkan dukungan vertikal diperoleh terutama dari Kementerian teknis, Dinas Teknis Provinsi dan Perguruan Tinggi

3. Peningkatan Pendampingan dan Pengawalan Teknologi
Pencapaian kinerja teknis sesuai tupoksi Dinas sangat dipengaruhi oleh kinerja petani ( sebagai pelaku utama ), inovasi, adopsi dan penerapan teknologi secara berkelanjutan. Pemanfatan teknologi sangat penting untuk perbaikan mutu hasil agar dapat diperoleh nilai tambah hasil produksi. Peran Penyuluh perlu dioptimalkan agar proses pendampingan dan pengawalan teknologi dapat berlangsung secara optimal

4. Penumbuhan Sentra Produksi berbasis komoditas unggulan
Upaya meningkatan nilai tambah, daya saing dan efisiensi usaha tani memerlukan pusat pertumbuhan sebagai lokomotif penggerak pertumbuhan usaha mikro berbasis agribisnis. Penumbuhan sentra produksi berbasis komoditas unggulan diharapkan dapat berperan sebagai pusat pertumbuhan

5. Pengembangan Sarana Prasarana
Keberhasilan usaha tani dipengaruhi oleh tersedianya sarana prasarana yang memadai. Pengembangan sarana prasarana usaha tani diperlukan untuk memberikan kemudahan dan fasilitasi bagi petani dalam upaya mengembangkan usaha taninya